ILMU RUH PELONTAR SUKMA Assalamualikum warohmatullahi wabarokatuh. Salam sejahtera semoga dalam keadaan sehat lahir dan batin saudara ku semua. Yang sering di tanyakan di email,wa,zmz,fone itulah yang akan sering saya bukakan di blog kita KAMPUNG MISTIS BOLODEWO. Kebetulan hari ini saya lagi senggang dari segala urusan. Ijinkan kami membukakan ilmu pengetahuan tentang tehnik kunci ruh […]

melalui ILMU RUH PELONTAR SUKMA — Denlanang’s Blog

BATAK DI FILIPINA

Batak di Filipina, yang berarti “orang gunung”, di Cuyonon Filipina adalah sekelompok masyarakat adat yang berada di bagian timur laut Palawan. Mereka tinggal di interior kasar timur laut Palawan. Hidup dekat dengan alam, mereka adalah orang-orang damai dan pemalu. Mereka percaya pada roh-roh alam, dengan siapa mereka berkomunikasi melalui babaylan atau perantara.

Batak adalah salah satu dari sekitar 70 masyarakat adat di Filipina. Mereka berada di bagian timur laut Palawan, sebuah pulau yang relatif besar di barat daya kepulauan. Hanya ada sekitar 500 orang Batak yang tersisa. Mereka juga disebut Tinitianes. Batak dianggap oleh antropolog erat terkait dengan suku Ayta Luzon Tengah, suku lain Negrito. Mereka cenderung bertubuh kecil, dengan kulit gelap dan pendek keriting atau “keriting” rambut, ciri-ciri yang awalnya mengumpulkan mereka ke dalam para “Negrito”. Namun, ada beberapa perdebatan mengenai apakah orang Batak yang berkaitan dengan kelompok Negrito lain dari Filipina atau sebenarnya tidak, kelompok fisik serupa dari Indonesia atau lebih jauh seperti dari kepulauan Andaman. Tidak diketahui apakah suku Batak di Filipina ini ada hubungannya dengan suku Batak di Sumatra, atau hanya kesamaan nama “Batak” saja. Memang kalau dilihat dari segi bahasa terdapat beberapa kemiripan kata dengan bahasa Batak di Sumatra, tetapi juga mirip dengan Dayak Ngaju serta Sunda dan Melayu. Apabila dilihat dari gaya hidup yang nomaden dan ciri-ciri fisik serta kulit, terdapat kemiripan dengan suku Kubu di Sumatra.
Orang-orang Batak selama berabad-abad memiliki gabungan gaya hidup berburu-mengumpulkan dengan pembenihan tanaman pangan yang berguna, kaingin, tebang dan bakar pada metode pertanian, dan perdagangan. Hal ini diyakini bahwa mereka mungkin memiliki hubungan perdagangan dengan pedagang Cina sejak tahun 500 Sesudah Masehi.

Akibatnya, selama pertengahan hingga akhir abad ke-20, orang-orang Batak dengan mudah didorong keluar dari tempat mereka dari tepi laut ke gunung oleh emigran petani, sebagian besar dari Luzon. Tinggal di daerah kurang subur, mereka telah berusaha untuk menambah penghasilan mereka dengan panen dan menjual hasil hutan non-kayu, seperti rotan, resin pohon, dan madu.
Orang-orang Batak dahulunya adalah nomaden, tetapi sejak pemerintah menempatkan mereka di desa-desa kecil. Namun, mereka sering pergi melakukan perjalanan ke hutan selama beberapa hari, suatu kegiatan yang memiliki kedua nilai ekonomi dan spiritual bagi mereka. Sistem kepercayaan mereka adalah kebanyakan animisme, kepercayaan kepada roh-roh yang berada di alam. Beberapa, yang disebut “Panyeon”, umumnya curiga terhadap manusia tetapi toleran terhadap mereka, selama orang tidak menyalahgunakan atau menyia-nyiakan sumber daya hutan. Roh-roh lain, yang disebut “Diwata” umumnya baik hati. Orang Batak melakukan persembahan reguler ke roh-roh, dan dukun menjalani kepemilikan rohani untuk berkomunikasi dengan roh dan menyembuhkan orang sakit.

Depopulasi yang cepat, akses dibatasi hutan, hidup menetap, dan tekanan dari para imigran telah menghancurkan kelompok budaya orang-orang Batak ini. Sekarang orang-orang Batak sedikit yang menikah dengan sesama orang-orang Batak, tetapi cenderung untuk menikahi dari kelompok tetangga lainnya. Selain itu pola perkawinan ini cenderung tidak mengikuti cara-cara budaya Batak, dan saat ini orang-orang Batak semakin langka dan menyusut populasinya. Sepertinyanya orang-orang Batak sedang diserap ke dalam kelompok masyarakat yang lebih difus masyarakat adat dataran tinggi yang memperlambat kehilangan identitas kesukuan mereka, dan dengan itu spiritualitas mereka yang unik dan budaya; bahkan ada beberapa perdebatan mengenai apakah mereka masih eksis sebagai etnis yang berbeda entitas.

Di Palawan terdapat tiga bahasa yang berbeda, yaitu  bahasa Palawan Batak, Kalamian Tagbanwa, dan bahasa Molbog Banggi.

DONGENG PUTERI TUJUH

Putri Tujuh adalah dongeng atau cerita rakyat mengenai asal mula Kota Dumai di provinsi Riau.

Pada zaman dahulu kala, di daerah Dumai berdiri sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan, yang dikenal dengan Putri Tujuh. Dari ketujuh putri tersebut,putri bungsulah yang paling cantik, nama nya Mayang Sari. Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai . Pada suatu hari, ketujuh putri itu sedang mandi di lubuk Sarang Umai. Karena asyik berendam dan bersendau gurau, ketujuh putri itu tidak menyadari ada beberapa pasang matayang sedang mengamati mereka, yang ternyata adalah Pangeran Empang Kuala dan para pengawalnya yang kebetulan lewat di daerah itu. Mereka mengamati ketujuh putri tersebut dari balik semak-semak. Secara diam-diam, sang Pangeran terpesona melihat kecantikan salah satu putri yang tak lain adalah Putri Mayang Sari.

Tanpa disadari, Pangeran Empang Kuala bergumam lirih,

“Gadis cantik di lubuk Umai….cantik di Umai. Ya, ya…..d‘umai…d‘umai….”Kata-kata itu terus terucap dalam hati Pangeran Empang Kuala. Rupanya, sang Pangeran jatuh cinta kepada sang Putri. Karena itu, sang Pangeran berniat untuk meminangnya.
Beberapa hari kemudian, sang Pangeran mengirim utusan untuk meminang putri itu yang diketahuinya bernama Mayang Mengurai. Utusan tersebut mengantarkan tepak sirih sebagai pinangan adat kebesaran raja kepada Keluarga Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Pinangan itu pun disambut oleh Ratu Cik Sima dengan kemuliaan adat yang berlaku di Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Sebagai balasan pinangan Pangeran Empang Kuala, Ratu Cik Sima pun menjunjung tinggi adat kerajaan yaitu mengisi pinang dan gambir pada combol paling besar di antara tujuh buah combol yang ada di dalam tepak itu. Enam buah combol lainnya sengaja tak diisinya, sehingga tetap kosong. Adat ini melambangkan bahwa putri tertualah yang berhak menerima pinangan terlebih dahulu. Mengetahui pinangan Pangerannya ditolak, utusan tersebut kembali menghadap kepada sang Pangeran.

“Ampun Baginda Raja! Hamba tak ada maksud mengecewakan Tuan.
Keluarga Kerajaan Seri Bunga Tanjung belum bersedia menerima pinangan Tuan untuk memperistrikan Putri Mayang Mengurai.”

Mendengar laporan itu,sang Raja pun naik pitam karena rasa malu yang amat sangat. Sang Pangerantak lagi peduli dengan adat yang berlaku di negeri Seri Bunga Tanjung. Amarah yang menguasai hatinya tak bisa dikendalikan lagi. Sang Pangeran pun segera memerintahkan para panglima dan prajuritnya untuk menyerang Kerajaan Seri Bunga Tanjung.

Pertempuran antara kedua kerajaan di pinggiran Selat Malaka itu tak dapat dielakkan lagi. Di tengah berkecamuknya perang tersebut, Ratu Cik Sima segera melarikan ketujuh putrinya ke dalam hutan dan menyembunyikan mereka di dalam sebuah lubang yang beratapkan tanah dan terlindung oleh pepohonan. Tak lupa pula sang Ratu membekali ketujuh putrinya makanan yang cukup untuk tiga bulan. Setelah itu, sang Ratu kembali ke kerajaan untuk mengadakan perlawanan terhadap pasukan Pangeran Empang Kuala.

Sudah 3 bulan berlalu, namun pertempuran antara kedua kerajaan itu tak kunjung usai. Setelah memasuki bulan keempat, pasukan Ratu Cik Sima semakin terdesak dan tak berdaya. Akhirnya, Negeri Seri Bunga Tanjung dihancurkan, rakyatnya banyak yang tewas. Melihat negerinya hancur dan tak berdaya, Ratu Cik Sima segera meminta bantuan jin yang sedang bertapa di bukit Hulu Sungai Umai. Pada suatu senja, pasukan Pangeran Empang Kuala sedang beristirahat di hilir Umai. Mereka berlindung di bawah pohon-pohon bakau. Namun, menjelang malam terjadi peristiwa yang sangat mengerikan. Secara tiba-tiba mereka tertimpa beribu-ribu buah bakau yang jatuh dan menusuk ke badan para pasukan Pangeran Empang Kuala. Tak sampai separuh malam, pasukan Pangeran Empang Kaula dapat dilumpuhkan. Pada saat pasukan Kerajaan Empang Kuala tak berdaya, datanglah utusan Ratu Cik Sima menghadap Pangeran Empang Kuala. Melihat kedatangan utusan tersebut, sang Pangeran yang masih terduduk lemas menahan sakit langsung bertanya,

“Hai orang Seri Bunga Tanjung, apa maksud kedatanganmu ini?”.
Sang Utusan menjawab,

“Hamba datang untuk menyampaikan pesan Ratu Cik Sima agar Pangeran berkenan menghentikan peperangan ini. Perbuatan kita ini telah merusakkan bumi sakti rantau bertuah dan menodai pesisir Seri Bunga Tanjung. Siapa yang datang dengan niat buruk, malapetaka akan menimpa, sebaliknya siapa yang datang dengan niat baik ke negeri Seri Bunga Tanjung, akan sejahteralah hidupnya”.
kata utusan Ratu Cik Sima menjelaskan.

Mendengar penjelasan utusan Ratu Cik Sima itu, sadarlah Pangeran Empang Kuala, bahwa dirinyalah yang memulai peperangan tersebut. Pangeran langsung memerintahkan pasukannya agar segera pulang ke Negeri Empang Kuala. Keesokan harinya, Ratu Cik Sima bergegas mendatangi tempat persembunyian ketujuh putrinya di dalam hutan. Alangkah terkejutnya Ratu Cik Sima, karena ketujuh putrinya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Mereka mati karena haus dan lapar.Ternyata Ratu Cik Sima lupa, kalau bekal yang disediakan hanya cukup untuk tiga bulan, Sedangkan perang antara Ratu Cik Sima dengan Pangeran Empang Kuala berlangsung sampai empat bulan. Akhirnya, karena tak kuat menahan kesedihan atas kematian ketujuh putrinya, maka Ratu Cik Sima pun jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia. Sampai kini, pengorbanan Putri Tujuh itu tetap dikenang dalam sebuah lirik yang diberi judul Tujuh putri yang berbunyi:


Umbut mari mayang diumbut.
Mari diumbut di rumpun buluh.
Jemput mari dayang dijemput.
Mari dijemput turun bertujuh.
Ketujuhnya berkain serong.
Ketujuhnya bersubang gading.
Ketujuhnya bersanggul sendeng.
Ketujuhnya memakai pending.

Sejak peristiwa itu, masyarakat Dumai meyakini bahwa nama kota Dumai diambil dari kata “d‘umai” yang selalu diucapkan Pangeran Empang Kuala ketika melihat kecantikan Putri Mayang Sari atau Mayang Mengurai.

Di Dumai juga bisa dijumpai situs bersejarah berupa pesanggarahan Putri Tujuh yang terletak di dalam komplek kilang minyak PT Pertamina Dumai. Selain itu, ada beberapa nama tempat di kota Dumai yang di abadikan untuk mengenang peristiwa itu, di antaranya: kilang minyak milik Pertamina Dumai diberi nama Putri Tujuh, bukit hulu Sungai Umai tempat pertapaan Jin diberi nama Bukit Jin. Kemudian lirik Tujuh Putri sampai sekarang dijadikan nyanyian pengiring Tari Pulai dan Asyik Mayang bagi para tabib saat mengobati orang sakit.

BALA TENTERA ALLAH

BALA TENTERA ALLAH.
Allah mempunyai bala tenteraNya yang tersendiri yang terdiri daripada sekelian makhluknya samada daripada manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang di lautan, daratan dan yang seumpama dengannya seperti angin, api dan segala carkawala di angkasa raya. Bala tentera Allah tersebut terbahagi kepada beberapa kumpulan yang akan diperintahkan oleh Allah untuk membantu manusia apabila dikehendakiNya. Antara bala tentera Allah tersebut adalah terdiri daripada :-
A. Bala Tentera alam atas yang terdiri daripada seluruh malaikat alam tinggi.
Bala tentera ini apabila diperintahkan oleh Allah untuk menolong para nabi dan rasul-rasul, maka pertolongan yang menzahirkan perkara yang luar biasa itu akan dinamakan sebagai Mukjizat. Manakala pertolongan yang menzahirkan perkara luar biasa yang terjadi kepada nabi dan rasul semasa kecil pula, dinamakan sebagai Irsad.
Bentuk pertolongan tersebut samada melalui lidah, anggota, kasad hati atau melalui ketiga-tiga bentuk tersebut secara sekali gus. Jika mereka menjadi penolong kepada ulama-ulama dan orang-orang soleh yang arif billah ( iman, syariat dan akhlak mereka menepati sebagaimana iman, syariat rasul zahir dan batin ) maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai Keramat. Perkara luar biasa yang berlaku kepada ulama-ulama dan orang-orang saleh yang apabila, mereka di timpa bala dan musibah, maka mereka melipat gandakan ubudiah dan pergantungan kepada Allah dengan penuh ikhlas diri dan amalan mereka, maka perkara luar biasa tersebut dinamakan sebagai Maunah.
  BALA TENTERA ALLAH.
Allah mempunyai bala tenteraNya yang tersendiri yang terdiri daripada sekelian makhluknya samada daripada manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang di lautan, daratan dan yang seumpama dengannya seperti angin, api dan segala carkawala di angkasa raya. Bala tentera Allah tersebut terbahagi kepada beberapa kumpulan yang akan diperintahkan oleh Allah untuk membantu manusia apabila dikehendakiNya. Antara bala tentera Allah tersebut adalah terdiri daripada :-
A. Bala Tentera alam atas yang terdiri daripada seluruh malaikat alam tinggi.
Bala tentera ini apabila diperintahkan oleh Allah untuk menolong para nabi dan rasul-rasul, maka pertolongan yang menzahirkan perkara yang luar biasa itu akan dinamakan sebagai Mukjizat. Manakala pertolongan yang menzahirkan perkara luar biasa yang terjadi kepada nabi dan rasul semasa kecil pula, dinamakan sebagai Irsad.
Bentuk pertolongan tersebut samada melalui lidah, anggota, kasad hati atau melalui ketiga-tiga bentuk tersebut secara sekali gus. Jika mereka menjadi penolong kepada ulama-ulama dan orang-orang soleh yang arif billah ( iman, syariat dan akhlak mereka menepati sebagaimana iman, syariat rasul zahir dan batin ) maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai Keramat. Perkara luar biasa yang berlaku kepada ulama-ulama dan orang-orang saleh yang apabila, mereka di timpa bala dan musibah, maka mereka melipat gandakan ubudiah dan pergantungan kepada Allah dengan penuh ikhlas diri dan amalan mereka, maka perkara luar biasa tersebut dinamakan sebagai Maunah.
 B. Bala tentera Allah Alam rendah
Bala tentera Allah alam rendah pula adalah terdiri daripada sekelian rohani jin-jin Islam yang soleh dan jin-jin Islam yang fasik dan kafir serta semua manusia dan makhluk Allah yang lain yang menghuni alam ini, seperti haiwan, tumbuhan, angin, batu dan sebagainya.
Manakala rohani Jin Islam yang alim dan soleh daripada alam rendah yang apabila diperintahlan oleh Allah datang memberi pertolongan kepada manusia yang alim dan soleh yang wujud dalam diri mereka itu sifat-sifat mazmumah, maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai Istidraj. Perkara luar biasa tersebut dinamakan sebagai istidraj kerana rohani jin Islam yang soleh tersebut akan mengenakan beberapa syarat yang menepati hukum syarak sebelum memberi pertolongan tersebut.
Jika rohani jin Islam yang fasik atau jin kafir diarah memberi pertolongan kepada manusia Islam yang fasik atau manusia yang pura-pura beriman atau yang seumpama dengannya pula dinamakan sebagai sihir atau silap mata, kerana mereka mengenakan beberapa syarat yang harus pada hukum syarak.
Jika jin -jin yang kafir atau anak keturunannya diperintahkan memberi pertolongan kepada manusia yang kafir yang terdiri daripada rahib-rahib, padri-padri, sami-sami atau yang seumpama dengannya, maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai silap mata atau sihir peringkat tinggi, kerana mereka mengenakan syarat-syarat yang haram pada hukum syarak.
B. Bala tentera Allah Alam rendah
Bala tentera Allah alam rendah pula adalah terdiri daripada sekelian rohani jin-jin Islam yang soleh dan jin-jin Islam yang fasik dan kafir serta semua manusia dan makhluk Allah yang lain yang menghuni alam ini, seperti haiwan, tumbuhan, angin, batu dan sebagainya.
Manakala rohani Jin Islam yang alim dan soleh daripada alam rendah yang apabila diperintahlan oleh Allah datang memberi pertolongan kepada manusia yang alim dan soleh yang wujud dalam diri mereka itu sifat-sifat mazmumah, maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai Istidraj. Perkara luar biasa tersebut dinamakan sebagai istidraj kerana rohani jin Islam yang soleh tersebut akan mengenakan beberapa syarat yang menepati hukum syarak sebelum memberi pertolongan tersebut.
Jika rohani jin Islam yang fasik atau jin kafir diarah memberi pertolongan kepada manusia Islam yang fasik atau manusia yang pura-pura beriman atau yang seumpama dengannya pula dinamakan sebagai sihir atau silap mata, kerana mereka mengenakan beberapa syarat yang harus pada hukum syarak.
Jika jin -jin yang kafir atau anak keturunannya diperintahkan memberi pertolongan kepada manusia yang kafir yang terdiri daripada rahib-rahib, padri-padri, sami-sami atau yang seumpama dengannya, maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai silap mata atau sihir peringkat tinggi, kerana mereka mengenakan syarat-syarat yang haram pada hukum syarak.
B. Bala tentera Allah Alam rendah
Bala tentera Allah alam rendah pula adalah terdiri daripada sekelian rohani jin-jin Islam yang soleh dan jin-jin Islam yang fasik dan kafir serta semua manusia dan makhluk Allah yang lain yang menghuni alam ini, seperti haiwan, tumbuhan, angin, batu dan sebagainya.
Manakala rohani Jin Islam yang alim dan soleh daripada alam rendah yang apabila diperintahlan oleh Allah datang memberi pertolongan kepada manusia yang alim dan soleh yang wujud dalam diri mereka itu sifat-sifat mazmumah, maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai Istidraj. Perkara luar biasa tersebut dinamakan sebagai istidraj kerana rohani jin Islam yang soleh tersebut akan mengenakan beberapa syarat yang menepati hukum syarak sebelum memberi pertolongan tersebut.
Jika rohani jin Islam yang fasik atau jin kafir diarah memberi pertolongan kepada manusia Islam yang fasik atau manusia yang pura-pura beriman atau yang seumpama dengannya pula dinamakan sebagai sihir atau silap mata, kerana mereka mengenakan beberapa syarat yang harus pada hukum syarak.
Jika jin -jin yang kafir atau anak keturunannya diperintahkan memberi pertolongan kepada manusia yang kafir yang terdiri daripada rahib-rahib, padri-padri, sami-sami atau yang seumpama dengannya, maka pertolongan tersebut dinamakan sebagai silap mata atau sihir peringkat tinggi, kerana mereka mengenakan syarat-syarat yang haram pada hukum syarak.

 

PERMAINAN BAMBU GILA

Cari bambu 7 ruas dipegangi 7 orang.

Salah seorang jadi pawang.

Bakar menyan dan baca mantra:

AU UPU MATEANE AU UPU TUHINANE, IMOI LOU IMOI LAHA, IMI JIN JIN 150 MALAIKAT, ALE IMI BANTU YOU, BERKAT LA ILA HAILALLAH BERKAT MUHAMMAD RAZUL ALLAH, BERKAT UPU ACAN BISA MUSTAJAB.

Selanjutnya pawang kunyah jahe dan semburkan di tiap ruas bambu (7 ruas).

Nah agar pemain bisa jadi gila2an maka baca mantra:

UTE MAMANU IMI MAMANU 3 X

Dengan mantra tsb pemain yg pegang bambu langsung kesurupan. Kalo sudah capek. Pawang baca mantra: jin jin 150 malaikat ale imi bantu you pulanglah 3 x.

Baca Surat An Nas dan Al Falaq.

Sadar kembali itu pemain2 tersebut.

Salam paseduluran.

@KWA,2016